11 Maret 2009

Data Alumni SMA Wachid Hasjim 1 Surabaya



Kami menunggu untuk data Alumni di atas, semoga kolom yang kosong ini bisa terisikan data-data para Alumni . kami tunggu via email di trir86@telkom.net atau rwh1sby@telkom.net

atau bisa klik Komentar dan mengisikan sesuai data di atas.

Semoga akan bisa terjalin komunitas Alumni bersama.

ok

20 Januari 2009

JADI REPORTER REUNI



Anda mantan redaktur majalah siswa SMA?

atau Anda suka photography?

atau Anda suka bikin tulis-tulis ?

atau bahkan Anda adalah jurnalis profesional?
Punya Camera Photo Digital ?

Mau jadi reporter reuni?? Oke... siapa takut.
Lowongan ini terbuka untuk semua alumni pria/wanita
Yang jelas punya kemauan dech...

Kami tunggu kesedian anda, diacara ini.


From : Panitia

UNDANGAN DEAR ALL

Dear teman-temanku
Kami mengundang pada semua Alumni SMA Wachid Hasjim-1 Surabaya dari semua Lulusan pada umumnya dan terutama Lulusan tahun 1987-1988

Waktu telah berlalu. Begitu cepat. Berpuluh tahun telah berlalu. Dulu yang polos, sekarang jelas berubah menjadi dewasa. Dengan problematika dan cerita masing-masing tentunya.

Teman-temanku, blog ini bisa dijadikan sebagai tempat untuk "REUNI" keluarga besar kita dari semua angkatan. Dan lebih dari itu saya akan mengadakan Reuni di Sekolahan kita dulu, Nego lokasi & pendataan data akan kami upayakan segera.

Rencana acara akan digelar secara event & hiburan yang akan di adakan sekiranya pada hari minggu jam pagi hingga siang hari, ada kenangan yang akan diberikan secera Free sebagai tanda mata, juga ada merchandise Give yang dibeli oleh peserta yang hasil dananya sebagaian akan diperbantukan untuk panitia. Dan terakhir akan ada merchandise yang akan dikocok-kocok secara terbuka semua undangan akan mendapatkan kesempatan ini.

Semua peserta reuni juga akan mendapatkan VCD kenangan hasil shootingan acara tsb. Yang akan dikirim via pos pada alamat alumni.

Rencana acara ini tentunya kami sangat mengharapkan kontribusi dan partisipasi dari teman-teman semua. Untuk itu agar segera mengirimkan data berupa Nama, alamat yang jelas (pos), tahun kelulusan, nomor HP / tlp rumah.
Panitia akan segera menghubungi per nomor tlp/HP anda yang memastikan untuk bisa/tidaknya pada acara ini.

Jangan lupa kirim e-mail dan data kalian ke: rwh1sby@telkom.net atau trir86@telkom.net juga bisa mengisi komentar di blog ini.

From : Redaksi blog /pantia Alumni

16 Januari 2009

SEANDAINYA AL-QURAN BISA BERBICARA



Kitab Suci Al Qur’an adalah namaku
Aku buku kitab yang dicetak dengan sangat cantik
untuk tahu tentang aku ada beberapa petunjuk
Aku diberi sampul mewah nan indah.Aku pasti ada di setiap rumah orang muslimtapi, didalam hati setiap muslim aku jarang ditemui.
Aku diletakkan di atas rak yang tinggi.Dibiarkan disana, aku tertinggal dan dilupakan.

Terkadang aku diletakkan ditempat-tempat kotor,
”Katanya untuk mengusir hantu dan jin.”Dan disana juga aku dibiarkan, tertinggal dan dilupakan.

Dengan penuh hormat aku banyak dicium setiap kali selesai dibaca.
Tapi,
Pelajaran dan petunjuk utama yang ada padaku selalu terlupakan
Mereka mengabaikan pesan yang ada padaku.
Ada kalanya aku digunakan untuk bersumpah palsu,
Kegunaanku yang sebenarnya sangat jarang diperhatikan

Sungguh betapa ajaibnya aku bisa mengubah dunia
Yang semestinya mereka lakukan adalah memahami perkataanku.
Jadi seharusnya bacalah aku, pelajarilah aku,
Perhatikan apa yang harus aku katakan untukmu.

Aku punya hukum
Aku punya kebijaksanaan
Aku punya sesuatu yang sangat berharga
Dan banyak yang aku punya yang tak bisa kau hitung.
Akulah penuntunmu
Aku diturunkan dari Allah Sang Pencipta Alam Semesta
Aku diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, dan dipertahankannya dengan air mata dan darah.

Maka bacalah aku, pelajarilah aku, dan sampaikan isi yang ada padaku.
Karena, Al Qur’an Al Karim adalah namaku.

12 Januari 2009

Hukuman yang nggak Lengkap


Pernah nggak masuk sekolah tapi perlenggakapan nggak lengkap..? ini salah satu ritual anak paskibra untuk mengecek perlengkapan. Dengan gaya formal mereka yang nggak lengkap bakal langsung siap posisi pushup setelah ritual selesai. Lalu mereka bakal pushup beberapa seri sesuai aturan sebagai hukumannya.Sepertinya sebanyak 60,6 persen responDet yang pernah nggak bawa perlengkapan upacara harus mencontek gaya anak paskibra ini. Cek perlengkapan sebelum berangkat ke sekolah! Biar topi (60,6 persen), dasi (17,1 persen), dan sabuk (11,9 persen) nggak tertinggal lagi.Alasan klise nggak bawa perlengkapan sekolah ini adalah lupa (66,9 persen). Tapi, ada juga lho yang malas bawa (17,13 persen) atau hilang (11,95 persen). Kalau sudah begini, daripada dihukum, mending usaha dulu. Cara responDet adalah menghilang dalam barisan (28,3 persen), pinjam teman (25,1 persen), atau beli di koperasi (27,5 persen).


Namun apa daya, mata elang sang pengawas tetap aja memergokinya. "Ya udah, aku ditarik ke barisan kumpulan anak yang nggak lengkap dan telat. Pasrah aja, asyik kok banyak temannya, he he," //kojing2511

06 Januari 2009

Arti Seorang Sahabat


Arti Seorang Sahabat dalam Mewujudkan Mimpi
Teman Berbagi dan Berjuang Lagi-lagi mimpi. Membicarakan mimpi memang tak pernah habis. Menggugah imajinasi dan menggali inspirasi. Begitu juga bookaholic kali ini. Mereka mencoba memaknai mimpi. Seperti apa yang dilakukan Ikal dan Arai dengan petualangan mereka.
----Aura terinspirasi tergambar jelas dari lima bookaholic kali ini. Mereka adalah Suhita Laksmi Nilamsari, Rizqi Mahendra, Rendi Oktavianto, Prita Safitri, dan Aldila Yuan Ditasari. Kelimanya mengaku tersentuh dengan petualangan Ikal dan Arai. Dua anak Belitong itu bisa menuntut ilmu sampai ke negeri Prancis. "Mimpi ternyata bisa berbuah manis kalau terus dikejar ya. Kayak Ikal sama Arai ini. Jauh-jauh mengejar mimpi sampai akhirnya jadi kenyataan. Wah, jadi pengin kaya mereka," ujar Rizqi. Prita setuju dengan Rizqi. Tapi, dia juga mengingatkan bahwa mimpi tidak bisa terwujud dengan begitu saja, tapi harus dengan kerja keras. Belum lagi perngorbanan yang harus dilakukan. Sudah terwujud saja, masih harus berusaha lagi. Yang penting jangan abaikan arti sahabat dalam kehidupan bukan saja hanya dalam mimpi. //duta//

25 Desember 2008

Standar Nilai Kelulusan Sekolah 2009


Target Lulus 97,6 Persen
Dispendik Panggil Kasek Sosialisasikan Unas 2009 SURABAYA - Kenaikan standar kelulusan dalam ujian akhir nasional (unas) 2009 mendatang membuat Dinas Pendidikan (Dispendik) tidak tinggal diam. Kemarin (24/12), Dispendik mengumpulkan seluruh kepala sekolah (kasek) SMP dan SMA se-Surabaya di kampus Untag.
Tujuannya, mereka diminta untuk bersiap-siap menghadapi ujian penentu kelulusan itu."Peningkatan standar kelulusan menjadi 5,50 ini kan masih baru sehingga perlu disosialisasikan agar mereka memperisapkan diri," ujar Kepala Dispendik Sahudi di sela-sela acara sosialisasi kemarin.Seperti diberitakan, standar kelulusan unas pada 2009 naik.
Standar kelulusan yang sebelumnya 5,25 nanti menjadi 5,50. Artinya, agar bisa lulus, siswa jenjang SMP dan SMA harus mendapatkan nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan nilai minimal 4,00 paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk pelajaran lain.Hasil nilai unas siswa Surabaya pada unas sebelumnya bisa dibilang kurang menggembirakan. Jenjang SMP, misalnya, Surabaya harus puas duduk di peringkat ke-11 dengan rata-rata nilai hasil unas 30,52. Di antara 35.469 peserta unas, ada 1,59 persen atau 563 siswa yang dinyatakan gagal.
Pada unas 2007, Surabaya hanya bertengger di urutan ke-14. Begitu juga hasil unas jenjang SMA. Jurusan bahasa, misalnya, Surabaya menempati peringkat ke-20 dengan total nilai rata-rata 22,84. Jurusan IPA menempati peringkat ke-10 dengan total nilai rata-rata 24,25. Untuk jurusan IPS, Surabaya bertengger di ranking ke-9 dengan nilai rata-rata 22,59. Jumlah peserta unas SMA di Surabaya 2008 sebanyak 20.960 siswa.
Di antara jumlah tersebut, siswa yang tidak lulus 629 orang.Menurut Sahudi, salah satu persiapan yang harus dilakukan sekolah-sekolah adalah memberikan penyegaran kepada siswa tentang pelajaran-pelajaran di kelas satu dan dua. Kalau perlu, kata Sahudi, sekolah bisa mengadakan bimbel (bimbingan belajar). Tapi, Sahudi mewanti-wanti bahwa bimbel ini tidak wajib. "Tidak boleh ada pungutan biaya," tegasnya.Sahudi menambahkan, meski standar kelulusan naik menjadi 5,50, dia yakin bahwa persentase kelulusan siswa-siswi Surabaya masih sangat besar. Peningkatan standar kelulusan ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah untuk lebih baik. "Kalau bisa, lebih tinggi. Tapi, paling tidak sama dengan tahun lalu, yaitu berkisar 97,6 persen," tuturnya -- tr251208--